x
Dikirim oleh admindinkopum pada 2 December 2015

<p style="text-align: justify;"><b>BLITAR</b> - Melambatnya perkembangan usaha tingkat menengah yang ada saat ini tidak menyurutkan rasa optimisme dari pihak Dinas Koperasi dan UKM Kota Blitar dalam menumbuh kembangkan usaha mikro karena dapat menopang perkembangan dari usaha tingkat menengah.</p><p style="text-align: justify;">Kepada Dinas Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Kota Blitar Teteng Rukmo Condrono pada Senin (30/11), mengatakan bahwa saat ini kebanyakan warga Kota Blitar cenderung memilih usaha mikro, karena secara kemampuan memang mayoritas warga tidak mempunyai modal besar. Selain itu kemampuan warga menyerap perkembangan dunia usaha juga sangat rendah. Menurut Teteng Kota Blitar merupakan kota kecil dengan luas wilayah yang sempit dan sumberdaya yang terbatas, sehingga sangat sulit mengembangkan usaha kecil menengah karena kekurangan modal dan ketrampilan. Saat ini jumlah usaha mikro di Kota Blitar mencapai 12.989 usaha, sementara usaha kecil menengah tidak sampai 100 usaha.</p><p style="text-align: justify;">Teteng menambahkan berbanding terbalik dengan usaha menengah jumlah usaha mikro di Kota Blitar malah naik 10% dari 11.934 di tahun 2013 menjadi 13.280 di tahun 2015.(sar)</p><p style="text-align: justify;"><br></p>